Dalam sebuah diskusi ada seorang bertanya, apa bedanya produksi bersih dengan Good manufacturing Practices.? Apa manfaatnya dengan PB ? Apakah tidak overlapping dengn GMP karena sudah ada aturannya? dst.
Saya balik bertanya, kenapa GMP tidak banyak perusahaan yang mau menerapkan? Demikian juga kenapa banyak perusahaan tidak menerapkan labelling.
Bagi industri, kata kunci yang paling menarik adalah apakah ada profit/keuntungan/penghematan jika diterapkan? Taernyata dengan GMP pertanyaan tersebut tidak serta merta mampu menjawab soal itu. Demikian juga... jika produk saya sudah ada label ramah lingkungan.. apakah langsung berdampak profit....? memang untuk jangka panjang bisa berdampak pada peningkatan daya saing pasar. baik GMP maupun lebelling. Namun persoalannya adalah lebih terfokus pada visi jangka panjang. Sementara kondisi di Indonesia... saat ini nampaknya kebutuhan itu masih belum terlalu besar. Mungkin saja ada sekelompok industri tertentu sudah memerlukan karena tuntutan ekspor.
Sehingga kembali ke pertanyaan dimuka apa dng bedanya PB? jelas bahwa dengan PB target utama adalah terjadinya peningkatan efisiensi, penghematan segera setelah teridentifikasi masalahnya. Biasanya untuk kondisi industri di Indonesia,... opsi penghematan atau efisiensi dengan mudah atau relatif lebih mudah ditemukan dan jelas akan berdampak kepada kerugian jika hal itu dilakukan terus-menerus. Sehingga PB jelas punya indikator yang sangat spesifik dan segera dapat terwujud. yaitu efisiensi sumberdaya. Tentu opsi lainnya akan memerlukan pembahasan dan evaluasi lebih lanjut dengan kriteria harus menguntungkan. Disamping berdampak kepada pengurangan limbah dan dampak pencemaran.
Rabu, 10 Maret 2010
Langganan:
Postingan (Atom)