Sedikt provokatif, tetapi memang itu yang ingin saya sampikan, bahwa sesungguhnya limbah adalah sumberdaya. Harus dikelola dicari cara bagaimana itu bisa terjadi. Disela-sela diskusi dengan kawan2 Pemda, dihadir oleh beberap pengrajin/industri kecil tahu di JArim ada sebuah pertanyaan yang tidak mampu saya jawab waktu itu, apa solusinya terhadap limbah cair industri tahu. Selama ini sarana pengolahan limbah sangat sederhana dan hasilnya dapat diduka, menimbulkan bau yang tdaiksedap. Solusi datang juga, salah salah peserta (Pak Edi Lianto) menyampaikan bahwa limbah cari tersebut dapat diolah menjadi pupuk bokashi. Sehingga sebuah masalah terjawab sudah. Semoga dapat diwujudkan. Trims pak Edi.
Beliau dapat di hub. di 0335-444860. Hp. 0335-7636366, email : hi;mymf@gmail.com
Jumat, 27 November 2009
Rabu, 18 November 2009
Hambatan Manajemen
Susah pak, saya sudah training berkali-kali tapi manajemen tidak mendukung untuk penerapan CP di pabrik.... salah satu peserta dari industri berkomentar selepas saya menyampaikan presentasi mengenai Teknologi dan Produksi Bersih.
Memang kunci utama setiap kegiatan di dalam industri adalah komitmen dari pimpinannya. tanpa itu, walaupun berjalan namun tidak akan berkelanjutan, akhirnya membuat karyawan tidak kreatif, apatis, enggan berinovasi. Bagaiman caranya merubah mindset pimpinan di perusahaan. Tentu bisa ditempuh melalui berbagai acara atau cara.
Cari moment yang tepat, cari orang yang tepat untuk menyampaikan. Atau cari acara yang sesuai. tentu bukan dengan ikut pelatihan, mungkin dengan acara yang sifatnya seremonial, atau hadir pada acara launching suatu kegiatan yang terkait.
Ada ide lain, silahkan disampaikan...
Memang kunci utama setiap kegiatan di dalam industri adalah komitmen dari pimpinannya. tanpa itu, walaupun berjalan namun tidak akan berkelanjutan, akhirnya membuat karyawan tidak kreatif, apatis, enggan berinovasi. Bagaiman caranya merubah mindset pimpinan di perusahaan. Tentu bisa ditempuh melalui berbagai acara atau cara.
Cari moment yang tepat, cari orang yang tepat untuk menyampaikan. Atau cari acara yang sesuai. tentu bukan dengan ikut pelatihan, mungkin dengan acara yang sifatnya seremonial, atau hadir pada acara launching suatu kegiatan yang terkait.
Ada ide lain, silahkan disampaikan...
Jumat, 13 November 2009
Bisnis Anda dan Perubahan Iklim
Sepintas lalu mungkin sementara orang kesulitan memahami, apa hubungannya usaha perhotelan dengan pemanasan global, perubahan iklim... dan apa yang bisa diperbuat.
Coba kita mulai dari kegiatan rutin hotel. Ketika suatu acara seminar di sebuah ruangan yang besar...diman saya sedang presentasi.. saya bertanya kepada peserta.. apakah lampu yang di ruangan ini kalau saya minta dimatikan keberatan tidak... semua peserta diam saja... lantas saya minta tolong salah satu panitia... coba pak dimatikan sebagian saja kira2 setengahnya. apakah menggangu... sementara saya minta mereka tidak saya minta mencatat karena memang seminar bukan kuliah.. so..begitu sebagian lampu dimatikan.. saya tanya kembali.. apakah Anda terganggu... jawabnya tidak. Nah ini sebuah contoh kasus... dan banyak terjadi dimana-mana. Di hotel-hotel, di kantor, dijalan, di pabrik2. dimana saja. Bahwa peluang untuk berbuat melakkukan efisiensi lestrik, energi masih sanagt terbuka. Masalahnya adalah seringkali dan selalu terjadi.. kita mersa itu sesuatu yang sangat remeh... apalagi kita merasa toh sudah membayar hotelnya.
Berfikir secara sempit, ego itu yang mestinya kita coba ubah. Kalau setiap hotel menugaskan salah satu karyawannya untuk selalu berhubungan dengan panitia seminar... dengan komunikasi yang baik... tentu penghematan energi, peningkatan keuntungan, penuruna pengeluaran biaya listrik dan energi bisa terwujud. Kalau hal ini dilakukan di semua kegiatan... sungguh luar biasa penghematan nasional dalam energi. Dampaknya tentu bisa dibayangkan...
Kendala:
Mind set harus ada kemudian diwujudkan dalam sistem manajemen yang operasional sehingga dapat diukur secara sistematis.. sehingga saving bisa diketahui..
Kembangkan sistem penghargaan di perusahaan.. karena bagaimanapun insentif adalah bagian yang penting bagi karyawan yang berprestasi.
Tetapkan petugas atau tambahkan tugas yang berhubungan dengan Housekeeping .. dan catat dan ukur setiap masalah yang ditemukan dan potensi penghematan.
Bangun ownership setiap karyawan. agar upaya bisa berkelanjutan.. karena motive tertinggi dari setiap manusia dalam melakukan sesuatu adalah buykan karena diawasi bos, takut di potong bonus,.. tetapi menyukai dan mencintai terhadap apa yang dikerjakan dan dimiliki.
Komunikasi yang saling menghargai setiap level adalah kuncinya. Everybody is penting dan punya peran.
Kembali ke tema diatas,.. kalau energi bisa dihemat berarti hotel sudah berkontribusi melawan dampak global warming... masih banyak lagi yang bisa dilakukan... just do it. Think Global Act Local. Its true and doable. Start from simple and small, but giving big impact and benefit. Sustainable development is real. Not just jargon ...
Coba kita mulai dari kegiatan rutin hotel. Ketika suatu acara seminar di sebuah ruangan yang besar...diman saya sedang presentasi.. saya bertanya kepada peserta.. apakah lampu yang di ruangan ini kalau saya minta dimatikan keberatan tidak... semua peserta diam saja... lantas saya minta tolong salah satu panitia... coba pak dimatikan sebagian saja kira2 setengahnya. apakah menggangu... sementara saya minta mereka tidak saya minta mencatat karena memang seminar bukan kuliah.. so..begitu sebagian lampu dimatikan.. saya tanya kembali.. apakah Anda terganggu... jawabnya tidak. Nah ini sebuah contoh kasus... dan banyak terjadi dimana-mana. Di hotel-hotel, di kantor, dijalan, di pabrik2. dimana saja. Bahwa peluang untuk berbuat melakkukan efisiensi lestrik, energi masih sanagt terbuka. Masalahnya adalah seringkali dan selalu terjadi.. kita mersa itu sesuatu yang sangat remeh... apalagi kita merasa toh sudah membayar hotelnya.
Berfikir secara sempit, ego itu yang mestinya kita coba ubah. Kalau setiap hotel menugaskan salah satu karyawannya untuk selalu berhubungan dengan panitia seminar... dengan komunikasi yang baik... tentu penghematan energi, peningkatan keuntungan, penuruna pengeluaran biaya listrik dan energi bisa terwujud. Kalau hal ini dilakukan di semua kegiatan... sungguh luar biasa penghematan nasional dalam energi. Dampaknya tentu bisa dibayangkan...
Kendala:
Mind set harus ada kemudian diwujudkan dalam sistem manajemen yang operasional sehingga dapat diukur secara sistematis.. sehingga saving bisa diketahui..
Kembangkan sistem penghargaan di perusahaan.. karena bagaimanapun insentif adalah bagian yang penting bagi karyawan yang berprestasi.
Tetapkan petugas atau tambahkan tugas yang berhubungan dengan Housekeeping .. dan catat dan ukur setiap masalah yang ditemukan dan potensi penghematan.
Bangun ownership setiap karyawan. agar upaya bisa berkelanjutan.. karena motive tertinggi dari setiap manusia dalam melakukan sesuatu adalah buykan karena diawasi bos, takut di potong bonus,.. tetapi menyukai dan mencintai terhadap apa yang dikerjakan dan dimiliki.
Komunikasi yang saling menghargai setiap level adalah kuncinya. Everybody is penting dan punya peran.
Kembali ke tema diatas,.. kalau energi bisa dihemat berarti hotel sudah berkontribusi melawan dampak global warming... masih banyak lagi yang bisa dilakukan... just do it. Think Global Act Local. Its true and doable. Start from simple and small, but giving big impact and benefit. Sustainable development is real. Not just jargon ...
Limbah Tahu bisa jadi duit
Ketika saya ditanya oleh salah satu peserta dari producer tahu Usaha kecil (sebut saja Ibu Lia) dari Blitar ... pak bagaimana IPAL saya tidak berfungsi karena dipakai untuk mengolah limbah dari 6 unit usaha tahu akibatnya volume limbah melebihi kapasitas IPAL yang ada...
Kalau jawaban klasik tentu ya... IPALnya mesti dibesarin...tetapi itu tidak menyelesaikan persoalan. Karena akan muncul persoalan baru. Bagi pengusaha pasti mikir2 kalau harus invest lagi. Biaya lagi. Apalagi masuk dalam kategori usaha kecil...
Semangat mencari win-win solution tentu yang terbaik... Tiba2 ada peserta lain yang kemudian menyampaikan bahwa beliau (pak Edi) punya informasi bahwa limbah (cair) dari industri tahu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk Bokashi. Ceritanya sudah ada solusi bahkan bisa laku Rp. 5000,- per liter.
Akhirnya kebuntuan mulai terkuak. Solusi ada di depan mata. Tinggal action Bu.. selahkan kontak Pak Edi..
Cleaner Production : merubah limbah menjadi berkah. Mulailah dari yang mudah...
Kalau jawaban klasik tentu ya... IPALnya mesti dibesarin...tetapi itu tidak menyelesaikan persoalan. Karena akan muncul persoalan baru. Bagi pengusaha pasti mikir2 kalau harus invest lagi. Biaya lagi. Apalagi masuk dalam kategori usaha kecil...
Semangat mencari win-win solution tentu yang terbaik... Tiba2 ada peserta lain yang kemudian menyampaikan bahwa beliau (pak Edi) punya informasi bahwa limbah (cair) dari industri tahu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk Bokashi. Ceritanya sudah ada solusi bahkan bisa laku Rp. 5000,- per liter.
Akhirnya kebuntuan mulai terkuak. Solusi ada di depan mata. Tinggal action Bu.. selahkan kontak Pak Edi..
Cleaner Production : merubah limbah menjadi berkah. Mulailah dari yang mudah...
Langganan:
Postingan (Atom)