Melihat judulnya, keren juga ya seperti judulnya Rambo. Seperti mau perang melawan teroris. Yang artinya akan menghadapi sesuatu yang memang berpotensi membahayakan dan mengkhawatirkan jika tidak dilawan dengan sungguh-sungguh dan strategis.
Apa peran industri dan karyawannya tentu saja?
Global warming itu apa sih...
Pemanasan global....
Mengapa disebut global warming....
Karena proses pemanasannya ya melibatkan seluruh isi bumi ini....
Mengapa bisa terjadi pemanasan yang sifatnya global....
Karena bumi ini semakin panas...
Kenapa makin panas...
karena kita membakar sesuatu....
Mengapa kita membakar sesuatu....
karena kita memerlukan energi........
Energi apa yang kita perlukan...
Listrik...
Untuk apa listrik.....
Menerangi, menggerakkan mesin-mesin, menggerakkan, kendaraan, menggerakkan motor-,,,,memanaskan air, memompa air, merebus air menjadi uap,........
Dari mana listrik berasal...
Dari hasil pembakaran bahan bakar.....
Apa yang terjadi dalam proses pembakaran...
Menghasilkan gas rumah kaca...CO2.....
oh.., gitu tho.......
Jadi apa yang harus dilakukan?
Semua orang dan organisasi harus melakukan usaha efisiensi penggunaan bahan bakar fosil seperti migas dan batubara.
Semua orang harus berusaha mengurangi penggunaan listrik.
Semua orang harus berusaha tidak boros.
Boros itu mubazir ..... kata Kyai
Boros itu merusak lingkungan... kata pecinta lingkungan
Boros itu merugikan kita semua umatg di bumi.
Jumat, 26 Juni 2009
Pisau Potong Rumput
Pertanyaan tersebut muncul ketika saat diskusi dalam sebuah pelatihan Produksi Bersih yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Lingkungan Hiudp Kabupaten Gresik.
Kira-2 dalam dialog seperti ini:
Q: Pak saya (sebut saja Pak Joko) menghadapi masalah yang selalu berulangulang terjadi dalam tugas saya di perusahaan, karena karyawan saya (sebut saja Agus) yang bertugas memotong rumput di halaman perusahaan setiap bulan pasti selalu minta dibelikan pisau potong rumput. Akibatnya saya sering ditegur oleh bagian Finance karena dianggap membebani keuangan perusahaan. Sementara itu Bos perusahaan juga selalau menegur saya dan mengingatkan saya agar rumput di halaman kantor harus selalu terjaga kerapiannya. Berarti saya harus selalu memastikan agar tukang rumput yang juga bawahan saya tetap dapat melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi karena pihak keuangan perusahaan juga sering menegur saya kerena pengeluaran budget pengadaaan pembelian pisau rumput dianggap terlalu sering bahkan cenderung dicurigai maka seringkali pengadaan jadi terlambat. akibatnya lagi tukang rumput menjadi ogah-ogahan bekerja dan cenderung ngambeg karena pisaunya tidak dapat segera dipenuhi.
A: Kunci permasalahannya saya kira adalah tidak adanya kesamaan visi di perusahaan khususnya dalam hal keinginan Bos perusahaan yang selalu menginginkan kerapian halaman perusahaan yakni rumput harus selalu rapi setiap saat. Nampaknya persoalan ini sepele tetapi karena permintaan Bos maka mau tidak mau siapapun yang diberi tanggungjawab harus dapat melakukannya dengan baik.
Dengan kasus diatas sebetulnya kuncinya sangat sederhana, apakah keinginan Bos tersebut diketahui oleh semua pihak dalam manajemen perusahaan. Apakah pernah dibahas dalam rapat rutin yang dihadiri oleh semua manajer yang tentu saja saling terkait. Kalau pak Joko adalah orang yang selalu menjadi tertuduh Bos jika ada masalah dengan rumput yuang tidak rapi, apakah Pak Joko sudah melaporkan ke atasannya yang tentu memiliki kewenangan dan akses kepada manajer keuangan. Sehingga jika ada permasalah yang terjadi selalu dapat dikomunikasikan dengan tepat dan oleh orang yang tepat.
Kenapa selama ini Pak Joko tidak melakukan hal itu? Mungkin saja ada alasan tertentu misalnya Pak Joko menganggap bahwa hanya soal potong rumput saja koq tida bisa menyelesaikan sendiri. Tetapi kalau dijalani sendiri ternyata banya kendala juga. Akhirnya lama-kelamaan menjadi beban sendiri dan akan terus terjadi.
Saran saya adalah komunikasikan dengan cara yang baik kepada atasana langsung agar masalah seperti ini menjadi perhatian dan akhirnya disadari oleh semua pihak. tentu dengan beberapa usulan solusi. Selain aspek teknis yang selalu ingin ganti pisau baru, perlu dicek juga apakah ada upaya-upaya yang lain yang sudah dilakukan agar pisau rumput tidak terlalu sering ganti. Apakah mesin potong dalam kondisi yang baik? Apakah cara menggunakan mesin juga dilakukans esuai prosedur. Apakah penyebabnya bisa dihilangkan dengan merubah cara penggunaannya, ataukan ada hal-hal lain yang harus diperhatikan agar sebelum memotong rumput harus memperhatikan kondisi halaman atau taman yang akan dipotong. Misalnaya apakah diperiksa adakah batu atau kerikil di sekitar halaman yang dapat menyebabkan mata pisau cepat rusak, dll.
Intinya komunikasikan dengan sesama manajer disertai dengan argumen dan upaya yang dilakukan. Hasilnya kemudian disosialisasikan ke semua pihak yang terkait agar dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan komplikasi yang tidak perlu.
Kembalikan kedalam mekanisme manajemen yang baku. Seolah-olah masalahnya ringan padahal dalam sebuah organisasi, sesederhana apapun masalah harus dicari kesamaan dalam pemahamannya. Sehingga persepsi yang timbul tidak berlainan dan menimbulkan akibat yang tidak dikehendaki oleh semua pihak. Singkatnya kembali ke siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action).
Tips:
Janganlah meremehkan sesuatu yang seolah-olah remeh dan sederhana dimata Anda padahal masalah tersebut terjadi di dalam suatu organisasi yang di dalamnya melibatkan berbagai unsur manajemen yang sangat mungkin memiliki cara pandang berlainan.
Kira-2 dalam dialog seperti ini:
Q: Pak saya (sebut saja Pak Joko) menghadapi masalah yang selalu berulangulang terjadi dalam tugas saya di perusahaan, karena karyawan saya (sebut saja Agus) yang bertugas memotong rumput di halaman perusahaan setiap bulan pasti selalu minta dibelikan pisau potong rumput. Akibatnya saya sering ditegur oleh bagian Finance karena dianggap membebani keuangan perusahaan. Sementara itu Bos perusahaan juga selalau menegur saya dan mengingatkan saya agar rumput di halaman kantor harus selalu terjaga kerapiannya. Berarti saya harus selalu memastikan agar tukang rumput yang juga bawahan saya tetap dapat melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi karena pihak keuangan perusahaan juga sering menegur saya kerena pengeluaran budget pengadaaan pembelian pisau rumput dianggap terlalu sering bahkan cenderung dicurigai maka seringkali pengadaan jadi terlambat. akibatnya lagi tukang rumput menjadi ogah-ogahan bekerja dan cenderung ngambeg karena pisaunya tidak dapat segera dipenuhi.
A: Kunci permasalahannya saya kira adalah tidak adanya kesamaan visi di perusahaan khususnya dalam hal keinginan Bos perusahaan yang selalu menginginkan kerapian halaman perusahaan yakni rumput harus selalu rapi setiap saat. Nampaknya persoalan ini sepele tetapi karena permintaan Bos maka mau tidak mau siapapun yang diberi tanggungjawab harus dapat melakukannya dengan baik.
Dengan kasus diatas sebetulnya kuncinya sangat sederhana, apakah keinginan Bos tersebut diketahui oleh semua pihak dalam manajemen perusahaan. Apakah pernah dibahas dalam rapat rutin yang dihadiri oleh semua manajer yang tentu saja saling terkait. Kalau pak Joko adalah orang yang selalu menjadi tertuduh Bos jika ada masalah dengan rumput yuang tidak rapi, apakah Pak Joko sudah melaporkan ke atasannya yang tentu memiliki kewenangan dan akses kepada manajer keuangan. Sehingga jika ada permasalah yang terjadi selalu dapat dikomunikasikan dengan tepat dan oleh orang yang tepat.
Kenapa selama ini Pak Joko tidak melakukan hal itu? Mungkin saja ada alasan tertentu misalnya Pak Joko menganggap bahwa hanya soal potong rumput saja koq tida bisa menyelesaikan sendiri. Tetapi kalau dijalani sendiri ternyata banya kendala juga. Akhirnya lama-kelamaan menjadi beban sendiri dan akan terus terjadi.
Saran saya adalah komunikasikan dengan cara yang baik kepada atasana langsung agar masalah seperti ini menjadi perhatian dan akhirnya disadari oleh semua pihak. tentu dengan beberapa usulan solusi. Selain aspek teknis yang selalu ingin ganti pisau baru, perlu dicek juga apakah ada upaya-upaya yang lain yang sudah dilakukan agar pisau rumput tidak terlalu sering ganti. Apakah mesin potong dalam kondisi yang baik? Apakah cara menggunakan mesin juga dilakukans esuai prosedur. Apakah penyebabnya bisa dihilangkan dengan merubah cara penggunaannya, ataukan ada hal-hal lain yang harus diperhatikan agar sebelum memotong rumput harus memperhatikan kondisi halaman atau taman yang akan dipotong. Misalnaya apakah diperiksa adakah batu atau kerikil di sekitar halaman yang dapat menyebabkan mata pisau cepat rusak, dll.
Intinya komunikasikan dengan sesama manajer disertai dengan argumen dan upaya yang dilakukan. Hasilnya kemudian disosialisasikan ke semua pihak yang terkait agar dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan komplikasi yang tidak perlu.
Kembalikan kedalam mekanisme manajemen yang baku. Seolah-olah masalahnya ringan padahal dalam sebuah organisasi, sesederhana apapun masalah harus dicari kesamaan dalam pemahamannya. Sehingga persepsi yang timbul tidak berlainan dan menimbulkan akibat yang tidak dikehendaki oleh semua pihak. Singkatnya kembali ke siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action).
Tips:
Janganlah meremehkan sesuatu yang seolah-olah remeh dan sederhana dimata Anda padahal masalah tersebut terjadi di dalam suatu organisasi yang di dalamnya melibatkan berbagai unsur manajemen yang sangat mungkin memiliki cara pandang berlainan.
Selasa, 16 Juni 2009
Pengelolaan Lingkungan di Industri Karet
Baru-baru ini saya membaca sebuat buku tepatnya Pedoman dengan judul diatas yang diterbitkan pada Tahun 2009 oleh JETRO (Japan External Trade Organization). Setelah saya lihat isinya terdapat beberapa point mendasar yang nampak menjadi suatu kebutuhan kalau tidak sebagai keharusan.
1. Ternyata industri merasa bahwa sudah saatnya semua industri memiliki suatu struktur organisasi yang secara khusus menangani masalah lingkungan hidup. Keharusan ini semestinya segera ditangkap dan direspon oleh Pemerintah agar kehendak dan kerelaan industri untuk mengatur diri sendiri (ADS) khususnya industri karet agar pengelolaan lingkungan oleh industri semakin terarah dan terintegrasi tidak sekedar menangani limbah (end of pipe) tetapi sudah memperhatikan aspek lingkungan sejak hulu sampai hilir. Sehingga konsep Produksi Bersih yang telah lama dikembangkan di Indonesia juga dapat terlaksana karena pemahaman organisasi dalam hal lingkungan semakin terbuka.
2. Konsep Produksi Bersih sudah seharusnya bisa lebih cepat dilaksakan oleh industri Karet di Indonesia karena sisi manfaat dan keuntungan jelas sekali dipaparkan di Bukku pedoman tersebut;
3. Saya yakin permasalah seperti teknologi, tenaga ahli tidak ada lagi, tinggal kemauan dan komitmen yang kuat dalam menerapkan strategi PB yang harus terus ditingkatkan. Peran Asosiasi (GAPKINDO) selama ini akan semakin strategis karena akan memneri added value bagi anggotanya.
Majulah industri karet Indonesia.
1. Ternyata industri merasa bahwa sudah saatnya semua industri memiliki suatu struktur organisasi yang secara khusus menangani masalah lingkungan hidup. Keharusan ini semestinya segera ditangkap dan direspon oleh Pemerintah agar kehendak dan kerelaan industri untuk mengatur diri sendiri (ADS) khususnya industri karet agar pengelolaan lingkungan oleh industri semakin terarah dan terintegrasi tidak sekedar menangani limbah (end of pipe) tetapi sudah memperhatikan aspek lingkungan sejak hulu sampai hilir. Sehingga konsep Produksi Bersih yang telah lama dikembangkan di Indonesia juga dapat terlaksana karena pemahaman organisasi dalam hal lingkungan semakin terbuka.
2. Konsep Produksi Bersih sudah seharusnya bisa lebih cepat dilaksakan oleh industri Karet di Indonesia karena sisi manfaat dan keuntungan jelas sekali dipaparkan di Bukku pedoman tersebut;
3. Saya yakin permasalah seperti teknologi, tenaga ahli tidak ada lagi, tinggal kemauan dan komitmen yang kuat dalam menerapkan strategi PB yang harus terus ditingkatkan. Peran Asosiasi (GAPKINDO) selama ini akan semakin strategis karena akan memneri added value bagi anggotanya.
Majulah industri karet Indonesia.
Minggu, 07 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)