Jadi memeahami produksi bersih tergatung dengan siapa kita bicara. Kalau ketemu dengan seorang pemimpin suatu perusahaan tentu berbeda dengan seorang manajer atau seorang cleaning service di sebuah hotel ternama misalnya.
Kita harus bisa memahami apa kira-kita interest dari kawan bicara kita. Sehingga arah pembicaraan bisa menghasilkan suatu titik temu yang intinya bahwa terdapat sauatu pemahaman bahwa suatu masalah dapat diselsaikan dengan dua sisi dan menghasilkan manfaat dari dau sisi juga. Yaitu manfaat dari aspek lingkungan yakni mengurangi atau mencegah terjadinya pencemaran, disisi lain adalah adanya manfaat ekonomi bagi lawan bicara kita. Sisi ekonomi menurut saya tidak sebata uang, tetapi aspek lain yang terkait dengan itu, lagi-lagi dengan siapa kita bicaira. kalau dengans eorang CEO tentu aspek competitiveness dan image building mungkin lebih pas. Sdangkan dengan seorang supervisor aau engineer tentu lebih teknis dan terukur dari sumberdaya, air, energi yang bisa dihemat sehingga mereka yakin bahwa manfaat ganda dengan pendekatan tersebut (CP) bisa dicapai.
